Wednesday, 27 July 2011

Perspectives - Blessing? or Curse?

Kadangkala, kita melihat ada seseorang yang tampak sangat beruntung. Apapun yang dia alami selalu membawa kebaikan baginya. 

Tidak jarang juga kita melihat kebalikannya: seseorang yang tampak sangat sial. Apapun yang dia alami selalu membawa akibat buruk di akhirnya.

Sedangkan kita sendiri juga sering mengalami masa-masa di saat kita menjadi si beruntung dan ada juga masa-masa saat kita menjadi si sial.

Ada perkataan yang menyatakan bahwa setiap hari nya penuh dengan berkat-Nya. Setiap saat, di mana pun kita berada, tidak mungkin kita tidak diberikan anugerah-Nya.

Jikalau demikian adanya, kenapa terkadang atau malah seringkali kita jatuh dalam kesialan? Ada masa nya saat kita berada di kondisi yang sangat menyedihkan yang menyebabkan kita mempertanyakan Tuhan. Atau mungkin pada kondisi yang lebih ekstrim, mempertanyakan keberadaan Tuhan.

Mari kita lihat cerita tentang keberuntungan dan kesialan yang terkenal ini:

Ada cerita tentang seorang kakek dan cucu nya yang tinggal di suatu pedesaan. Mereka memiliki sebuah peternakan kuda. Pada suatu malam, sang cucu tidak menutup kandang kudanya dengan benar, sehingga pada pagi harinya mereka menyadari seekor kuda telah kabur dari kandangnya. Tetangganya mendengar hal itu dan berkata: "Alangkah sialnya nasibmu, seekor kudamu telah hilang."
Sang kakek menjawab dengan tenang,"Bagaimana kau tahu kalau itu adalah nasib sial?"
Pada sore harinya, kuda yang hilang semalam itu kembali ke kandangnya dengan membawa beberapa ekor kuda liar. Tetangganya mendengar hal itu kembali berkata,"Jadi kau kini mendapatkan beberapa ekor kuda tambahan? Alangkah beruntungnya nasibmu."
Sang kakek menjawab dengan tenang,"Bagaimana kau tahu kalau itu adalah nasib beruntung?"
Keesokkan harinya, sang cucu mencoba menunggangi salah seekor kuda liarnya dan ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan patah kaki. Tetangganya kembali berkunjung dan berkata,"Jadi kuda yang kau bawa mengakibatkan ini semua? Alangkah sialnya nasibmu."
Sang kakek lagi-lagi menjawab,"Bagaimana kau tahu kalau ini adalah nasib sial?"
Tepat keesokan harinya, salah seorang utusan pemerintah datang dan mengumumkan tugas militer bagi semua anak muda yang ada di pedesaan itu. Sang cucu terlepas dari tugas itu karena cedera kakinya, sedangkan semua anak muda lainnya wajib mengikuti tugas militer itu yang berujung pada perang. Beberapa bulan kemudian, datanglah kabar bahwa seluruh prajurit yang berasal dari pedesaan itu telah tewas dalam kekalahan perang yang terjadi. Sang cucu selamat dari bencana itu karena cedera kakinya.

Dari cerita itu kita belajar bahwa apapun yang kita alami, belum tentu seperti yang tampak.

Semuanya adalah masalah sudut pandang. Satu hal yang sama dapat kita liat dari berbagai sudut pandang yang seringkali mengakibatkan kita mengsalah-artikan hal itu. Berkat ataupun kesialan adalah masalah sudut pandang. Segala hal baik selalu disediakan bagi kita setiap saatnya. Hanya masalah bagaimana kita memandangnya.

Cara kerja otak manusia pada dasarnya adalah pencari pola (Pattern-Finder). Saat sesuatu terjadi pada kita, otak kita akan segera mencari pola yang sudah ada di dalamnya dan menarik kesimpulan sesuai pengetahuannya. Jika tidak ditemukan pola serupa, maka hal baru itu akan dijadikan sebagai pola dasar untuk kejadian-kejadian serupa yang mungkin akan terjadi.
Karena hal inilah, saat sesuatu terjadi pada kita, kita cenderung menarik kesimpulan dengan cepat. Jika kita terjatuh, kita segera menyimpulkan kalau hal itu adalah kesialan. Horizon pandangan kita sangatlah sempit dan kita mengalami kesulitan untuk membayangkan hal-hal yang tidak ada (absence blindness). Siapakah yang tahu jikalau jatuhnya kita itu menyebabkan kita selamat dari bencana yang lebih besar?

Sesungguhnya, kepercayaan akan hal baik adalah wujud nyata dari kepercayaan kita kepada-Nya. Saat kita percaya kalau segala sesuatu akan indah pada akhirnya, kita percaya bahwa rencana-Nya indah. Sifat positif adalah bentuk ibadah yang sangat penting. Saat kita bersikap positif, kita membuka diri kita pada berkat yang ada di sekitar kita.

Tentu saja banyak sekali hal yang sulit dipandang sebagai berkat. Seperti misalnya saat kita kehilangan sesuatu, saat kita terluka, saat kita gagal, dan lain sebagainya. Tidak dapat dipungkiri bahwa hal-hal tersebut menyakitkan dan kita sering mengutuk kejadian-kejadian itu. Hal terbaik yang dapat kita lakukan adalah belajar dari hal tersebut, dan berjalan maju dengan kepercayaan bahwa hal tersebut akan membawa kebaikan bagi kita di masa depan. Karena masa lalu terhubung dengan masa depan oleh masa kini. :)

Monday, 20 June 2011

About Me...

Kurasa aku memang seorang yang cukup introvert.
Aku merasa sulit untuk membuka diri.
Entah kenapa aku merasa sulit mengekspresikan diri.

Untuk menulispun, aku sering merasa ceritaku kurang menarik.
Ini gak baik. Aku tau.
Aku berusaha membuka diri.

Aku sangat senang ketika ada yang mau bercerita kepadaku.
Aku sangat senang dibagikan kesenangan, kekecewaan, kesedihan, dsb.
Aku sangat senang ketika ditanya kembali: 

"Kalo lo apa kabarnya?"
"Lo ngapain aja?"
"Gimana skrg?"
Pertanyaan-pertanyaan yang singkat.
Kadang tak tahu harus kujawab bagaimana.
Tidak tahu bagaimana mendeskripsikan diriku sendiri.

Seringkali kujawab dengan singkat. Jawaban membosankan.
Bukan karena aku tidak mau membuka diri.
Aku masih kesulitan.

Aku membutuhkan bantuan.
Aku mau lebih terbuka, lebih percaya.
Aku mau lebih naif kepada teman-temanku.

Karena diperlukan dua kaitan jari kelingking untuk membuat janji yang hangat.
Karena diperlukan dua pegangan tangan untuk mendapatkan genggaman tangan yang hangat.
Karena diperlukan dua rangkulan untuk mendapatkan pelukan yang hangat.
Karena diperlukan dua kecupan untuk menciptakan sebuah ciuman yang hangat.

Karena dibutuhkan dua pasang mata dan telinga untuk memahami seseorang dengan dalam.
Karena dibutuhkan dua hati dan jiwa untuk membentuk suatu cinta yang tulus dan dalam.

Karena diciptakan dua manusia untuk menjadi penolong bagi satu sama lain.


Dia melihat-lihat bunga di taman
Aku memanggilnya
Kunantikan sahutannya
Kutunggu kepulangannya.

Wednesday, 8 June 2011

Chill!!

"g ng blog lg?"

Sudah lama juga sejak post terakhir gw.. gw selama ini memang merasa keadaan gw belum berubah dari sebelum-belumnya. Gw jg jujur merasa bingung harus menulis apa di sini. Well, sebenarnya itu ga benar.. ada banyak kejadian yang udah terjadi juga belakangan ini. Cuma gw enggan menuliskannya. Karena kadang mengingatnya aja bikin jadi miris. Tapi mungkin baik juga kalo gw meng-externalized semua itu dan memastikan kalau gw mendapat semua pelajaran yang gw bisa.

Sembari ngetik ini, gw lupa kapan postingan gw terakhir, tapi kynya emank udah bbrp lama sejak menceritakan kondisi gw sendiri.

Minggu2 terakhir bulan mei, gw masih tertekan soal kerjaan yang sampe skrg gw blm dapetin. Minggu2 terakhir bulan mei, gw menerima beberapa penolakan lagi. Dari perusahaan Engineering maupun Non-Engineering. Alhasil, gw bener2 berasa kepercayaan diri gw udah bener-bener jatuh. Gw jujur skrg udah bingung harus kirim resume ke mana lagi.. Tampaknya gw ga diterima di manapun.

Gw saat-saat itu menghibur diri dengan nonton film-film yang pernah menyentuh gw. Gw nonton ulang beberapa film dan memang cukup menghibur dan memberi dongkrakan semangat.
Terima kasih juga buat semua penghiburan, penyemangatan, dan bantuan pada masa-masa itu. They really mean a lot to me. : )

Akhir mei, gw terhibur dengan hasil semester terakhir gw di NUS yang berakhir baik. Gw mendapat  sebagian kepercayaan diri  gw lagi. Dan keesokan harinya gw ikut NUS JobsConnect 2011 yang diadakan di MPSH 1. Tujuan utama gw adalah memberikan resume gw ke MICRON, perusahaan Engineering lain.

Jadilah gw masuk dan langsung menuju ke arah kiri, di mana stand MICRON ditempatkan. Gw mengisi application form dan memilih QRA Engineer dan Test Capacity Analyst sebagai posisi yang gw rasa paling cocok sama gw. Pas saat itu katanya manajer dari bagian Test Capacity sedang tidak ada di tempat, jadi resume hanya akan di-forward untuk kemudian gw dikabari lagi nanti. Tapi gw mendapat interview dengan QRA Engineer Manajer. Gw merasa interview berjalan cukup baik dan gw semakin berminat dengan posisi itu. Alhasil, gw diundang untung mengikuti interview berikutnya di hari Jumat.

Gw senang dengan undangan itu dan sungguh berharap akhirnya gw bisa mendapat pekerjaan. Gw mempersiapkan diri buat interview itu sambil kembali membaca-baca materi kuliah yang berkaitan takut2 nanti ditanya pertanyaan teknis. Gw juga meringkas semua yang gw cari tau tentang perusahaan itu, termasuk tipikal prosedur yang ada di industri itu.

Gw berdoa semoga bisa gw mendapatkan ini karena gw memang sangat berminat dengan yang ini. Gw juga menceritakan pada beberapa orang dan minta bantuan doa mereka. Semua dorongan semangat itu membuat gw merasa lebih tenang.

Terkadang hal-hal tidak berjalan seperti yang kita kehendaki. Tak peduli sebagaimanapun kita telah bersiap untuk mengantisipasi segala kemungkinan adanya lubang di perjalanannya.

Tiba hari jumat, hari interviewnya. Pagi-pagi, gw membaca ulang semua ringkasan yang telah gw buat. Tak tau sudah berapa kali kubaca deskripsi pekerjaan ini, termasuk semua persyaratan yang tertera. Mencoba men-simulasi-kan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul.

Interview dijadwalkan jam 1 siang. Gw berangkat dari kamar jam 1130 karena gw blm pernah ke tempatnya. Gw selalu berangkat jauh lebih awal untuk mengantisipasi segala kemungkinan terlambat. Alhasil, gw sampe ke vivo dan masih jam 12 kurang. Akhirnya gw memutuskan buat beli Gong-Cha sembari menunggu. Gw dikasih tau katanya Gong-Cha lebih enak daripada Koi. Gw setuju dengan pendapat itu. haha...mungkin karena pearl nya, atau rasanya. Entahlah, tapi secara keseluruhan gw lebih suka.


Gw melanjutkan perjalanan dan sampai ke tempat interview 20 menit lebih awal. Jadi gw menunggu dulu sembari kembali membaca-baca semuanya itu kembali. Kemudian, 2 orang yang akan meng-interview gw datang dan gw masuk ke ruang interviewnya.


Interviewnya berjalan cukup lancar pada awalnya. Gw menjelaskan secara sungguh-sungguh kenapa gw berminat dengan posisi ini. Juga mencoba menunjukkan beberapa hal yang telah gw cari tahu sebelumnya. Interviewnya berjalan 2 arah. Gw nggak mengoceh sendiri dan mereka diam saja atau pun kebalikannya. Semuanya berjalan cukup interaktif.

Beberapa saat kemudian, mereka berpendapat kalau gw gak cukup technical untuk posisi ini. Jujur gw cukup shock saat mereka mengatakan kalau gw gak match dengan posisi ini. Mereka mengharapkan seseorang yang lebih technical dan mereka berpendapat kalau gw orangnya terlalu general dan nggak deep enough. Kendati gw mencoba meyakinkan mereka kalau gw bersedia untuk belajar technicality sampai level yang diperlukan, nampaknya semua itu sia-sia. Mereka tampaknya telah mencapai keputusan kalau gw gak cocok di posisi itu.


Tak lama setelah itu, interview berakhir. Gw menyalami mereka dan mereka mempersilakan gw keluar. Gw berjalan keluar dengan berat hati. Gw melihat jam di dinding di lobi. Interview hanya berjalan 15 menit.
Gw sungguh merasa super down. Kepercayaan diri lenyap. Rasa malu timbul ke permukaan.


Gw hampir membatalkan janji nonton dan makan bareng ko2 n dd gw. Tapi akhirnya gw memutuskan untuk tetap memenuhi janji itu. Gw sampe ke tempatnya sekitar 1 jam lebih awal dari waktu janjian dan gw duduk di Coffee Bean sambil merenung. Tidak tahu apa yang harus gw pikirkan. Sampai2 adik gw bilang:
"Tumben mao duduk di Coffee Bean."
Karena memang saat tidak biasa buat gw melakukan itu semua. Gw biasanya paling malas ke kafe seperti itu seorang diri hanya untuk menunggu. Gw juga gatau kenapa hari itu gw begitu. Galau mungkin.


Peer Pressure semakin meningkat.
Bingung gw harus pergi kemana lagi.
Tidak ada yang mau menerima gw.
Malu gw dengan kondisi ini.
Tidak tahu bagaimana harus gw jawab pertanyaan2 yang selalu muncul itu.
Bosan gw dengan jawaban sama yang selalu gw berikan.
Malu gw dengan entusiasme yang sebelumnya gw bagikan pada orang-orang.
Yang telah memberi ucapan semoga sukses untuk interview ini.
Yang ternyata gagal dalam waktu kurang dari 15 menit.
Hilang sudah harapan yang sebelumnya ada.
Hilang semangat yang sebelumnya menggebu-gebu.
Semuanya berakhir ketika satu kalimat diucapkan:"We think that you do not match with this position."

Untuk perusahaan yang Non-Engineering, pengetahuan gw dianggap kurang luas.
Untuk perusahaan yang Engineering, pengetahuan gw dianggap kurang teknis.

Sekarang gw bagai sehelai daun kering yang tertiup angin ke kanan dan ke kiri. Tidak tahu kemana gw bakal berakhir. Tidak tahu kemana angin ini akan membawa gw.


Sampai kapan gw harus begini? Apa yang bisa gw lakukan supaya kondisi ini jadi lebih baik?


Tapi tidak akan gw putus harapan.
Mungkin gw kalah dalam pertempuran ini.
Tapi dalam perang ada ratusan pertempuran.
Akan gw menangkan pertempuran lainnya.
Gw menolak untuk menyerah.
Doa akan tetap gw panjatkan.

Hanya saja.
Untuk saat ini.
Gw lelah...
Gw akan berdiri kembali. Pasti.

Sunday, 29 May 2011

Routinity Kills

Ketika kita bangun di pagi hari
Apakah kita memikirkan apa yang akan kita lakukan dan alami hari itu?
Ataukah kita mempersiapkan diri kita menghadapi rutinitas harian?

Ketika kita makan
Apakah kita menikmati makanan di hadapan kita?
Ataukah itu hanya sekedar hal yang harus kita lakukan beberapa kali sehari?

Ketika kita bertemu teman lama
Apakah kita sungguh-sungguh menanyakan kabarnya
Ataukah itu hanya sekedar basa-basi karena kita harus segera mengerjakan hal lain?

Ketika seseorang bercerita pada kita
Apakah kita sungguh-sungguh mendengarkannya?
Ataukah itu hanya sekedar omongan yang bukan menjadi urusan kita?

Ketika kita melakukan pekerjaan kita
Sadarkah kita apa yang kita lakukan?
Ataukah itu sekedar apa yang harus kita lakukan tanpa perlu tahu menahu lebih dalam?

Ketika kita berjalan
Apakah kita mengamati hal-hal di sekitar kita?
Ataukah kita berjalan terus tanpa peduli pada orang yang minta tolong sepanjang perjalanan?

Ketika kita berdoa
Apakah kita berdoa dari hati?
Ataukah hanya sekedar kata-kata hafalan yang diucapkan sebelum tidur?

Selagi kita hidup
Apakah kita mempercayai adanya tugas khusus yang harus kita lakukan?
Ataukah bagi kita hidup hanyalah sekedar rutinitas semasa kita ada di dunia?

Antipathy is not always a bad thing. It might show the truth in a bitter way. 
However, Apathy is the true form of evil. It shows no respect nor concern to its surroundings.

Cerita Pendek:
Konon, ada seseorang yang kerap membiarkan beberapa hal di hidupnya berjalan di luar kendalinya. Tidak pernah ia melakukan hal yang sama dalam beberapa hal tersebut. Tidak dibiarkannya rutinitas menjerat hal-hal itu. Seseorang pernah bertanya mengapa ia berbuat demikian.

Ia menjawab,"Jika aku membiarkan segala hal dalam hidupku menjadi rutinitas, di mana kah aku membiarkan Tuhan berkarya di hidupku?"

Sang penanya bertanya lebih jauh,"Apa maksudmu? Bukankah Tuhan bisa saja bekerja dalam rutinitas kita?"

Ia tersenyum dan menjelaskan,"Saat kita menjalani rutinitas, kita cenderung menutup hati kita pada hal-hal di luar rutinitas. Kita menganggap hal-hal itu sebagai gangguan dalam hidup kita. Kita membangun tembok penutup hati kita. Kita melakukan pekerjaan dan menjalani hidup bak mesin. Dalam kondisi demikian, bagaimanakah kita mau membiarkan Tuhan berkarya di hidup kita? Sesungguhnya kita malah akan secara sadar tak sadar menolak keberadaan-Nya di hidup kita."

Sang penanya tersentak mendengarnya. Ia berpamitan dan mengucapkan terima kasih. Dalam perjalanannya tak henti-hentinya ia bergumam,"Rutinitas...Menutup hati...Menolak Tuhan..."

Words, Actions, Intentions

"Actions speak louder than words."

Suatu perkataan yang sangat umum didengar dimana-mana. Tak sedikit orang dikatakan bermulut besar ataupun pembohong karena mereka hanya berkata sesukanya tanpa melakukan apa yang mereka katakan.
Gw setuju dengan perkataan itu. Namun, gw pribadi merasa intentions yang ada di balik perbuatan adalah yang paling penting. Intentions atau movitasi dari perbuatan sangatlah penting.
- Seseorang bisa melakukan kesalahan fatal atas dasar niat baik
- Seseorang bisa melakukan perbuatan besar/penting atas dasar niat buruk

Yang manakah yang benar? Yah, masyarakat pada umumnya pasti akan lebih memuja orang yang kedua karena mereka bisa melihat perbuatan besarnya itu. Niat yang ada di dalam hati tidak bisa nampak. Tapi kita tahu apa yang akan terjadi kalau orang kedua itu diangkat jadi idola dengan niat yang tidak berubah. Ekspektasi akan jatuh, kekacauan terjadi, dan lainnya.

Saat seseorang telah memiliki niat yang kuat untuk sesuatu, hal yang tumbuh di atasnya adalah tindakan (actions). Di balik setiap tindakan pasti ada niat walaupun mungkin tindakannya dilakukan secara spontan. Tindakan pada dasarnya adalah perwujudan dari niat yang kita punya.

Kata-kata adalah upaya kita menjelaskan bagaimana tindakan kita terhubung dengan niat yang ada. Perwujudan dari oral defense. Jika kita tidak bisa menjelaskan pada orang lain bagaimana niat kita terhubung dengan tindakan yang kita lakukan, bisa dikatakan kalau niat dan tindakan kita memang tidak terhubung atau dengan kata lain, kita tidak tahu apa yang kita lakukan (niat di balik tindakannya tetap ada, tapi telah berubah seiring perwujudan tindakan).

Jika diibaratkan sebagai suatu bangunan:
- niat adalah fondasi dari bangunan itu yang sangat diperlukan.
- tindakan adalah struktur dasar dari bangunan itu dan termasuk fungsi dasarnya.
- kata-kata adalah bagian yang mempercantik banggunan itu.

Kita bertumbuh di lingkungan di mana hasil atau result (atau mungkin hal yang dibesar-besarkan sebagai result - fictitious result) dianggap sebagai segala-galanya. Yah.. mungkin ada orang yang akan bertanya proses yang kita lalui. Tapi itu akan hanya diambil sebagai informasi sampingan bagi mereka dengan tetap mengutamakan hasil prosesnya. Tidak salah juga sebenarnya. Jikalau kegagalan itu disebabkan faktor di luar kendali kita, tetap kita akan dicap sebagai orang yang menggagalkan. Konsep ini disebut sebagai Attribution Error. Ini adalah konsep psikologis yang menyebabkan kita menganggap kegagalan yang dialami seseorang adalah karena karakternya dan bukan karena faktor eksternal. Miris memang. Tapi ini benar-benar ada dan terjadi di sekitar kita. Kita pun pasti secara sadar tak sadar pernah melakukannya.


(tulisan ini gw mulai sekitar seminggu lalu dan baru dilanjutkan hari ini karena mood yang sedang tidak menentu. haha..)

Awan hujan bernaung di atas rerumputan hijau yang mengharapkan mentari
Sinar matahari menyinari gurun yang mengharapkan hujan rintik
Ia duduk di  rerumputan menanti datangnya sinar hangat
Tetesan hujan membuatnya menggigil kedinginan
Entah berapa lama lagi ia harus menunggu
Haruskah ia berpindah ke gurun?


Wednesday, 25 May 2011

Now

"Maybe the experts are right.
Maybe I'm wrong."
After applying his own method to cure shock and observing the decrease in blood pressure (before it rises back up).
- Blalock, Alfred - Something the Lord Made (2004) - 

Monday, 23 May 2011

Random

Daya simak menurun
Respon semakin melambat
Perasaan tidak menentu

Permainan komputer tidak lagi menarik
Buku hanya tampak seperti onggokan kertas
Lagu tidak terdengar merdu

Tidur tidak nyaman
Berdiam berasa gelisah
Melakukan apapun tidak enak

Mungkin ini yang namanya sedang galau...


Seekor rusa terjebak tak berdaya di tepi jurang. Ia menunggu pertolongan datang baginya.

Friday, 20 May 2011

Contradiction

"you sometimes think you want to disappear, but all you really want is to be found."


Sering ketika kita bilang kita bisa mengerjakan sesuatu sendiri, sebenarnya kita mengharapkan ada yang membantu kita. 
Begitu juga kebalikannya.

Sering kali ketika kita mengatakan kita sedang ingin sendirian, sebenarnya kita mengharapkan ada yang menemani kita. 
Begitu juga kebalikannya.

Sering pula ketika kita mengatakan kita baik-baik saja, sebenarnya kita tidak baik-baik saja. 
Begitu juga kebalikannya.



Ada yang mengaku-ngaku sebagai seorang pemberani, tapi sesungguhnya hatinya penuh ketakutan. 
Begitu juga kebalikannya.

Ada yang mengatakan tidak menginginkan sesuatu, tapi sesungguhnya hatinya berharap bisa mendapatkannya saat itu juga.
Begitu juga kebalikannya.

Ada yang mengatakan tidak peduli, tapi sesungguhnya dia yang membantu bangkit dan berdiri. 
Begitu juga kebalikannya.


Terkadang saat hal terbaik untuk dilakukan adalah berdiam dan menunggu, kita merasa sangat ingin melakukan sesuatu. 
Begitu pula kebalikannya.

Terkadang saat segala sesuatunya berjalan sempurna, kita berharap ada sesuatu yang salah karena ketidakpercayaan kita akan kesempurnaan. 
Begitu pula kebalikannya.

Terkadang saat kita mengasingkan diri dari dunia, kita berharap seseorang muncul dan bertanya:"ada apa denganmu? kau baik-baik saja?" 
Begitu pula kebalikannya.


Ketika kita berdiam, seringkali sesungguhnya kita ingin bicara. 
Penyangkalan.
Ketika kita menutup mata, seringkali sesungguhnya kita ingin melihat. 
Penyangkalan.
Ketika kita hilang arah, seringkali sesungguhnya kita tahu ke mana harus melangkah. 
Penyangkalan.

 
Apakah secara sadar semuanya itu dilakukan? Jika demikian, mengapa kita melakukannya?
Terjadi padaku, namun tidak dapat kujawab.



"udah 2 minggu nih sejak gw balik SG. koq gw berasa blm berbuat banyak ya."
"haha emangnya maw buat apalagi?"
"haha.. gatau sih.."
"sekarang kan emang waktunya menunggu."
thank you =)

Wednesday, 18 May 2011

My Current Favorite Songs + Randomness

Sebelom mulai cerita retreat hari kedua, gw break dulu deh.. haha.. panjang juga ternyata.. apalagi hari kedua bakalannya lebih panjang.. lalala~

(gw bener-bener mesti belajar buat ilangin detil2 yang kurang penting. Tapi buat gw semua momen penting, gimana donk? >.<)

Anyway, sekarang2, gw lagi demen ke lagu2 ini:

Ten2Five - Love is You
http://www.youtube.com/watch?v=_DAgObfZF1c



Chris Medina - What are Words
http://www.youtube.com/watch?v=nQY4dIxY1H4



2 lagu ini gw demen pada pendengaran pertama.. lalala~
(Thank you buat saran lagu-lagunya ^^)

Laporan sekilas, kenapa cuaca hari ini super bikin emo ya... =/
Pagi-pagi udah ujan gede.. bahkan sampe sekarang masih mendung2 kelabu gitu.. kayanya bentar lagi bakal "hujan emo".

Gw lagi males ngapa2in hari ini.. Baca buku males, maen game pun ga mood..
Tapi ada yang bisa disyukuri tetap. Gw jadi menemukan kalau menulis itu menyenangkan. =) (apa cuma antusiasme awal aja?) corett.. tok3.. amit2.. haha.. moga2 bisa berlanjut terus.. =)


Daun yang gugur akan menguning
Pohon tempatnya berasal dapat melihatnya
Pohon itu mungkin dapat menyadarinya
Daun ini butuh hidup darinya

Namun,
Daun ini melihat ranting tempatnya berasal
Daun hijau mulai tumbuh menggantikannya

Ia melihat dirinya
Sudah menguninglah dirinya
Tidak lagi ia bisa berguna

Pikirnya,
Tidaklah mungkin ranting itu merindukannya
Tidaklah mungkin pohon itu masih membutuhkannya

Maka diamlah ia di tanah
Membiarkan dirinya membusuk menjadi humus
Satu-satunya yang bisa ia lakukan sekarang
Memberikan sisa dirinya
Pada pohon yang disayanginya

Tuesday, 17 May 2011

ICy Retreat 2011 - Day 1

Barusan saya mencoba-coba memperindah menambahkan gadget-gadget di blog. Tapi koq gadgetnya either geje atau begitu dipasang jadi geje.. nanti coba liat-liat lagi aja deh..

Sekarang mendingan isi tulis tentang retreat ICy.. haha.. =D
Udah pengen nulis ini dari kemaren, cuma udah tepar kmrn.. lalala

tanggal 9-11 may 2011 kemaren, ada retreat ICy di Queen Of Peace Church di deket payalebar. Bener-bener gw enjoy 3 hari 2 malem itu. Meski agak lelah, tapi sangat fun!

Hari 1: 9 May 2011
Hari pertama ini diawali dengan kumpul bareng di foyer PGP jem 9. Ntah kenapa gw bisa di assign jadi yang nunggu2in orang. Jadi gw berangkat ke PGP dari Sheares Hall sekitar jam 830 setelah coding card buat vacation stay.

Gw nyampe ke PGP foyer jem 0845. Belum ada yang dateng. Yah.. udah expected sih.. kayanya udah agak2 kaya tau sama tau ga sih, kalo disuruh ngumpul jem 9, artinya itu jem 9++. Gw juga tau soal ini. Tapi gw memutuskan tetap dateng jem 9 kurang aja takut2 ada yang udah dateng dan ntar bingung kenapa ga ada orang. (apa aku terlalu naif?)

Jam 9 kurang dikit, tiba2 ada xiong dateng. Gw sempet bingung karena setau gw dia emank ga ikut retreatnya. (retreat kali ini emank pesertanya relatif lebih dikit dari biasa. ntah kenapa gw juga gatau pasti tapi kayanya pada ga gt entusias aja ama acara ini). Anywayy, xiong dateng ternyata buat kasih beberapa barang logistic buat retreatnya. Dan terus dia nemenin gw nungguin yang laen di foyer sambil ngobrol2.

Udah jem 9 lewat tapi masih belom ada yang dateng juga. Malah yang udah dateng yang ga ikut retreat. Gw berasa agak aneh sih dengan kondisi ky gini. Tp ya udahlah.. tunggu dl aja. Denger-denger lagi banyak masalah ama pindahan soalnya.. haha..

Ga berapa lama, dateng juga yang lain. Andy, Bill ama WS (gw lupa urutan datengnya..lol). Terus mereka ngobrol2.. gw lagi agak tepar, jadi gw memilih bersandar ke tas tennis gw sambil merem dan denger lagu love is you - ten2five (lagu favorit gw belakangan ini.. haha =D) yang gw ulang-ulang.

Terus dateng mai dengan tas kereknya (inikah kata yang benar? pokoknya tas yang ada rodanya itu loh). Yang udah dateng langsung pada komen gitu ngeliat tas dia yang ky gitu. Mgkn karena kesannya bawa banyak banget. Padahal kalo diliat tas gw lebih gede, tapi pada ga ngeh.. haha.. Begitu nyampe, dia langsung duduk dan lanjut menjahit menyimpul gelang bikinannya. Gw lumayan amazed ngeliat gelang bagus bisa dibikin dari benang2 ky gitu. Gw ga cukup sabar kayanya buat bikin gituan.. lol

Singkat kata, akhirnya setelah semuanya dateng (tambahan inka, ste, jason, howard dengan dus indomienya, dan cei) jam 10 kurang, kita (minus xiong) jalan ke busstop 10 (baru tau kalo ada namanya gitu. Selama ini nyebutnya busstop belakang PGP).

koq panjang juga ya -.-"
nampaknya gw terlalu banyak detil2...coba dikurangi deh..lalala~

Quote Cei di perjalanan: "Kita berangkat ke Yerusalem buat naik haji."
awalnya gw kira ini cuma nge-joke biasa. Ternyata bener nama ruangannya Yerusalem -.-"


Singkat kata lagi, kami sampai ke Queen of Peace church. Di sana udah ada Rani, Tjiongan, Andre, EP, Aristya, ama Anthony yang berangkat duluan buat buka tempatnya dan beres2 dulu. Ini tempat retreat baru buat ICy soalnya biasanya diadain di St Theresa. Hall nya bagus menurut gw. Udah ada projector n sound system gitu. Well, ada issue seh ama kamar mandinya yang dikit dan kurang bersahabat menyediakan gantungan. Jadinya bener2 super geje gitu pas mandi taro ini itunya. (Mai komen tempat lama lebih enak gara2 juga masalah ini)

Ada unexpected issue pas nyampe ke sana. Tiba-tiba Anthony dipanggil buat mulai internship, padahal dia semestinya jadi yang maen gitar pas acara reflection. Lumayan panik sih waktu itu, tapi untung kemudian ada Bagus yang gantiin. =D

Well, gw agak tepar, jadi begitu nyampe hall nya dan abis motong2 kertas, most of the time gw tiduran aja sambil nunggu acara. Yang laen juga memilih kegiatan bebasnya masing2. Ada yang main2 piano, tiduran di panggung (oh ya, ada panggung loh di hall nya), browse internet, menyimpul, dsb.

Terus kita pergi lunch dulu ke tempat makan di deket gerejanya. Agak bingung sih mao makan apa, cuma akhirnya memutuskan mesen nasi goreng seafood aja. Lenora dateng nyusul kita di tempat makan ini juga.

Abis makan, balik dan nungguin beberapa yang lagi ke ATM ato belanja. gw pun kembali tiduran.. lalala~

Sekitar jem 2, acara dimulai dengan Ice Breaking yang dipimpin oleh Cei. Obstacle game. Jadi orang ditutup matanya terus disuruh ke stage dari pojok ruangan cuma dengan panduan omongan dari teman-temannya. Gw satu tim ama Bill dan Jason. Buat round 1, Jason jadi yang ditutup matanya. Gw dan bill memutuskan ga boleh pake metode kanan-kiri takut saru ama suara yang laen. Jadinya pake warna, merah (kanan), kuning (kiri), hijau (maju). hahaha =D



Gw lupa siapa yang menang di ronde pertama tapi kemenangannya menimbulkan kontroversi karena dia ga dipandu sama sekali. hahaha.. rasanya either tjiongan ato EP.
Bener2 rame sih pas mulai gamenya.. masing2 pada coba kasih teriakin rutenya ke tim masing2.. ada juga yang mencoba menyesatkan tim lain.. lalala~

Gw dapet giliran di ronde kedua dan gw berhasil jadi yang pertama ke stage setelah sebelomnya ditahan-tahan ama Howard.. hahaha...

Sayang cuma 2 kali aja game ini dijalanin. Padahal lmyn seru.. =)

Kemudian acara berlanjut ke sharing semester. Pengalaman apa aja yang dialami selama semester ini. Gw se-grup dengan inka, WS, dan EP.
Gw melihat kalo jadi anak BIZ itu bener2 full of projects dan membuat gw lmyn bersyukur kalo gw ga ada tugas2 sebanyak itu.. haha..
Grup sharing gw selesai paling pertama, sementara yang lain masih berlanjut sharing sampe kira2 jam 4.

Jadi sambil menunggu grup lain selesai, gw tidur dulu lagi.. (saya tepar~)

Lalu setelah semua selesai, ada tea-time. Kami makan kue-kue (pandan dan kopi) di ruang makannya sampe jam 430an. Gw makan masing-masing 1 potong.

Acara dilanjutkan dengan introduction pengenalan tema retreat oleh Andre. Tema retreat kali ini adalah Humility and Obedience. Dijelaskan apa aja yang bakal dibahas selama retreat dan juga dikasih garis besar apa makna masing-masing. Slidesnya diselesaikan dalam 15 menit, sedangkan semestinya 45menit. Jadi ada 30 menit kosong dan di ruangan suasana jadi hening.

Akhirnya untuk mencairkan suasana beku hening, gw mulai mengajukan satu pertanyaan untuk diskusi dan meng-arrow beberapa orang supaya mereka juga mengutarakan pendapat mereka. Akhirnya satu per satu mulai berbicara dan menjelaskan pemahaman yang mereka punya tentang tema retreat ini.

"Sebelum 2-3 orang berjalan bersama, mereka akan bertemu terlebih dahulu di titik awal perjalanan mereka."

Setelah diskusi ini, sudah saatnya makan malam~
Di malam pertama ada steamboat (tom yam dan kaldu ayam) dengan sayur dan daging yang melimpah. Makan malam yang nikmat dan ditambah dengan lelucuan guyonan dari tiap orang. Howard banyak mengucapkan hal epic karena selera makannya yang abnormal..hahaha..oh ya, gw dan Bagus sempat diminta beli minuman di shengsiong dekat gereja. Akhirnya setelah mempertimbangkan banyak hal (lebay), gw dan Bagus membeli 2 botol Green Tea dan 1 botol jus apel.

Oh ya (lagi), Ferninda juga dateng saat makan malam ini. Sehingga sekarang ada:
Pascal, Gekko, Cei, Andre, Andy, KEP, WS, Tjiongan, Howard, Bill, Jason, Bagus, Mai, Rani, Arist, Lenora, Inka, Ste, Ferninda.

Abis makan malam dan mandi cuci-cuci, ada Holy Hour di gerejanya jam 8-9. Kami ikut itu dan gw ini pertama kali ikut Holy Hour gini, jadi no idea jg apa itu sampe gw ikutin jalannya Holy Hour ini. Ternyata isinya ada doa-doa dan nyanyian-nyanyian. Ada homili juga, tapi cukup singkat. Hampir semua dari kami mengeluh soal sakitnya lutut kami (termasuk gw) gara2 kami berlutut di alas yang agak keras hampir sepanjang 1 jam itu.

Lalu sebelum kembali ke Yerusalem, kami ikut makan-makan di ruang makan sebelahnya. Oh ya, sehabis Holy Hour, sempat ada sedikit perdebatan jikalau Andre tertidur tadi (LOL, super ga penting, tapi lucu aja gw inget2nya..).

Makanannya lumayan juga, tapi karena steamboat tadi, gw udah cukup kenyang. Jadinya gw ambil segelas cincau yang agak tawar. Terus sempet minta gula dan dikasih gula setoples dengan sendok seukuran jari kelingking (tidak lebay~). Bener-bener seabad nyendokinnya -.-"
Gw sempet nyendok gula di toples pake gelas bersih, tapi malah sempet kena omel..lol..

Lalu kami kembali ke Yerusalem untuk acara selanjutnya, Movie Screening ~
Saat itu udah lewat dari jem 0930PM. Sedangkan film yang terpilih kurang lebih 2 jam. Gw sempet takut kemaleman, karena gw masih mesti kasih pembahasannya setelah film.

Lalu segera, kira2 jem 0945PM, mulai diputer filmnya:

Something the Lord Made

Film yang bagus banget menurut gw. Gw ga expect filmnya ampe gimana2 awalnya, tapi berubah pendapat setelah nonton. Sepanjang nonton, gw menulis-nulis point2 yang mao dibahas pada saat pembahasan. Menulis di kegelapan cukup seru juga, karena mesti pake feeling.. haha =D

"They say you haven't lived unless you have a lot to regret. I regret... I have some regrets. But I think we should remember not what we lost, but what we've done." Blalock, Alfred - Something the Lord Made
Setelah selesai filmnya, gw memimpin pembahasannya. Go through jalannya film tadi, apa aja yang bisa dipelajari, dsb. Lumayan serem juga karena terlalu impromptu (bener2 ga sempet dipersiapin sebelumnya). Tapi senang juga, karena semuanya sependapat kalau banyak yang bisa dipelajari dari filmnya. Semuanya pun nampaknya cukup menyukai filmnya. =)

Kemudian, waktunya tidur. Diumumkan oleh Andre sebelumnya, apa acaranya buat besok dan kami harus bangun jam 7 pagi besoknya. Lampu dimatikan dan satu per satu mulai memejamkan mata. Gw, Andre, dan mai tapi masih harus mempersiapkan buat acara besoknya. Mai menambahkan point2 ke reflectionnya (also known as: sesi emo bersama mai.. lalala~), gw bikin slides buat besoknya, dan Andre bantu memberikan masukan. Mai sempet ga mengenali siluet Howard yang lagi ada di pojok ruangan dan baru bisa tenang abis di cek kalo itu bener-bener Howard. Haha.. =D

Gw sempet ga bisa tidur malem itu ntah kenapa. Padahal udah sangat kurang tidur di malam sebelumnya. Mgkn gara-gara kopi yang siang itu sempet gw minum. -.-"
Akhirnya gw memutuskan untuk bikin powerpoint slidesnya di laptop gw.. Setelah memasukan kontennya, gw merebahkan diri dan mencoba tidur. Kynya gw baru tidur jam 0330an.. haha..

Berakhirlah hari pertama retreat ICy 2011 itu. Hari yang menyenangkan. Begitu banyak tawa, diskusi, kebersamaan, dsb yang terjadi. =)

"It's not about how many of you, but more about how much all of you put your feelings and efforts for this!"

Knowing People Around Us: Part 1

"Gak ngeblog hari ini? "

Tiba-tiba gw inget belom sempet nulis di blog padahal tadi udah ada yang pengen diisi. Haha.. Rada bingung sih mao nulis apa (karena takut topik yang terpilih kepanjangan).
Gw pernah baca 1 quote dari komik Get Backers yang dulu jadi komik favorit gw. Quotenya begini:
"Dengan melihat mata seseorang, kau bisa mengetahui kehidupan macam apa yang telah ia jalani."

Ini quote menarik sih. Gw sendiri suka mengamati orang-orang di sekitar gw dan dari setiap gerak-gerik, tatapan mata, dan kata-kata ucapan. Memang benar, secara umumnya, gw bisa menebak kehidupan macam apa yang mungkin telah mereka alami (tentu in general karena bisa aja seseorang lagi happy ato bad mood gara-gara something yang terjadi hari itu.. hahaha).

Dimulai dari cara jalan:
Saat seseorang berjalan sendirian (di mana ia pasti sedang larut dalam pikiran dan emosinya), ada yang menatap ke depan, ada yang menatap ke bawah, ada yang tak henti-hentinya melihat kanan-kirinya, ada juga yang suka melihat ke belakang, dan ada yang bercampur-campur. Tiap gerak-gerik ini ada maknanya masing-masing:
- Menatap ke depan: Ia adalah seseorang yang senantiasa (atau minimal saat itu) menatap ke masa depan.
- Menatap ke belakang: Ia adalah seseorang yang sulit melupakan dan kerap memikirkan masa lalunya
- Menatap ke bawah: Ia adalah seseorang yang terlalu terfokus (atau punya kekuatiran) pada masa kininya (mungkin karena lagi ada masalah pada saat itu juga).
- Menatap ke kanan-kiri: Ia adalah seseorang yang menikmati masa sekarang dan senantiasa mencari hal baik di masa kini.


Buat campur-campuran, silahkan gabungkan sendiri.. haha.. secara umumnya ini bener loh. Kita bisa lihat juga teknik ini kadang dipake buat interview. Jarak dari pintu ke meja interview kadang lumayan jauh karena orang yang mao interview kita ingin melihat psikologi dasar kita.
Kalau kita menatap kepada dia tanpa henti selagi berjalan dari pintu ke meja interview, dia bisa melihat kalau kita adalah orang yang terfokus pada tujuan.
Kalau kita menoleh ke kanan-kiri selagi berjalan, ya artinya sebaliknya dari di atas. haha...

Masih ada beberapa lagi tes psikologi yang bisa dipakai buat mengetahui personality seseorang dengan cepat sih. Tapi buat malem ini, gw tulis segini dulu aja. Sisanya dilanjutkan besok-besok. haha..

Di tengah dinginnya malam yang gelap, seekor anjing berjalan dengan langkah gontai tanpa kawan. Harapnya datang cahaya dan kehangatan baginya. Akan tiba semua itu saat fajar menyingsing.

Monday, 16 May 2011

Untitled

Di satu pagi
Aku terbangun dengan perasaan yang tak menentu
Tak paham apa yang sedang kurasa
Mungkin mimpiku telah menciptakan mood ini
Tak ingat sesungguhnya apa isi mimpiku
Hanya kuingat emosi yang digoreskannya
Pikiranku terasa kacau
Tidak semestinya kurasa ini semua
Tampaknya semuanya itu masih ada
Mungkinkah ini akan pernah sirna?
Haruskah ini lenyap?
Sekarang tetap kubawa semua ini
Di jalan hidup ini ku-melangkah
Di bawah tuntunan bintang-Nya



Andai Bulan hidup, mungkinkah ia menjauhi Matahari yang membuatnya bersinar? Haruskah ia?

Sunday, 15 May 2011

HDB

Oh ya, lupa bilang di postingan sebelomnya. Gw akhirnya finalized HDB di telok blangah itu.. haha..

Moga-moga bakal oke ditinggalin tempatnya. :)

Mungkinkah kau merasakan apa yang kurasakan? Asumsi tidak kubuat. Harapan tidak kupegang. Kenyataan kupertanyakan.

4 Tahun Sheares, 4 Tahun Berdarah Jingga

And now... the end is near... and so I face.. my final curtain.. (in Sheares)

Sewaktu kelarin pindahan tadi, gw tiba2 menyadari kalau ini bakal jadi pindahan terakhir gw di Sheares. D807 bakal jadi kamar terakhir gw di Sheares Hall ini, Hall yang udah gw tinggali selama 4 tahun masa kuliah gw. Entah kenapa gw merasakan ada emosi yang aneh saat menatap ke kamar E804 gw yang sudah kosong. Rasanya begitu banyak kenangan yang ada di kamar ini. Gw juga jadi keinget lagi masa-masa gw baru pindah ke Sheares Hall ini.

17 July 2007
Gw sampe ke NUS, untuk mengawali kuliah gw. Gw dianter oleh senior gw Ansley (bekas Shearites juga) ke Sheares. Gw satu-satunya anak indo yang masuk ke Sheares waktu itu. Sempet was-was juga karena ga kenal siapa-siapa. Dan lagi inggris gw masih rada2 swt.

Well, kamar pertama gw di Sheares ada di E211. Di lantai 2, menghadap ke jalan belakang Sheares, kamar kedua dari pantry. Dari sinilah pengalaman Sheares gw dimulai. Sayangnya gw gak gitu deket ama tetangga2 gw kecuali 1, Zhu Ke. Yang lain ntah kenapa nampak gak friendly ke gw dan pada seringnya belajar aja di kamar masing-masing. Gw malah dapet temen deket dari lantai 6: BoonSeng, Hidayat (senior indo di Sheares yang gw kenal bbrp hari setelah gw masuk Sheares), Winson, Yu Jin, JunLin (lantai 3) dan Jonathan (lantai 8).

Lantai 2 emank udah dikasih stereotype sebagai level Phantom. Jadi gak gitu diurus ama block-comm nya. Emank rese seh, gw kadang malah jadi males ikut2 kegiatan gara2 udah distereotype gitu. Seolah mereka emank ga expect lantai 2 ini buat stay next year.

E211 lumayan sangat panas sebagai sebuah kamar. Belom lagi kamar ini kena sinar matahari sore jadi udah kaya sauna aja kalo sore. Dan lantai 2 ga kena banyak angin. Belom lagi serangga yang suka masuk pas malem2.. -.-"

Vacation Stay 2008
Di vacation stay pertama gw ini, gw ambil internship di DSI A*STAR bidang programming. Jadinya gw mesti stay di hall selama vacation (sempet pulang indo seminggu doank). Di sini gw pindah ke blok A level 6 (lupa kamar nomor berapa, tapi kamarnya gw inget menghadap ke dalem (bukan ke KR). Gw tetanggaan ama Karthik, Jonathan, Boonseng. Jadi kenal beberapa blok A juga, lumayan lah.. haha..

Di kamar yang ini lumayan enak sih. Soalnya tinggi, jadinya banyak angin. Oh ya, gw juga nerima warisan kulkas dari koko gw pertama di kamar ini. Terus apalagi ya.. hm.. rasanya mungkin ga gitu banyak kenangan banget selama vacation stay ini. Paling ada nonton bola or movie bareng-bareng gt. Oh, satu yang memorable, pas pindahannya man... pindahan dari blok ujung ke ujung. Padahal udah pake trolley, tapi tetep aja bohwat. Mesti dari E211 naek lift ke lantai 4, terus turun ke blok D level 4, terus jalan muterin ke lobby, ke blok A level 2, naek lift ke lantai 6. Sampe sempet bertanya-tanya kenapa gw milih vacation stay di blok A. -.-"

AY2008/2009
Yeah, gw udah di year 2 di AY ini. Gw pindahan (lagi) dari blok A ke E807. Di kamar ini lumayan menyenangkan karena tetangganya temen gw semua. Gw pun lebih ga ansos dibanding year 1 karena bisa nge-crash ke kamar mereka, iseng-isengin, dsb. hahaha..

Rasanya year 2 ini adalah masa gw teraktif di hall. Gw join 5 CCAs di hall dan gw pun cukup bergaul dengan freshie2nya dan emank mereka friendly banget. Jadi gw lumayan betah di hall selama setahun ini karena merasa ada sense of belonging.

Oh ya, soal kamar!! Koq malah jadi curhat kehidupan (anti) sosial gw -.-"
Anw, kamar yang ini enak karena emank tetangganya temen gw semua. Kamarnya menghadap ke arah luar (arah timur). Tiap pagi, gw selalu dibangunkan oleh sinar mentari pagi (yang setelah seminggu gw udah kebal). Gw inget kadang karena tidurnya agak malem (baca: subuh), gw jadinya meskipun kebangun karena sinar mentari pagi, gw bakal ngumpet di pojokan di tempat tidur yang ga kena sinar matahari dan melanjutkan tidur gw.. hahaha =D

Terus ada sesuatu yang gw masih agak heran sampe sekarang. Di bagian Selatan ada gereja dengan gambar Salib di atapnya. Ntah kenapa Salibnya bisa keliatan di kaca jendela kamar gw (sebagai pantulan). Ntah bagaimana pemantulannya terjadi. Karena kalo gw liat, lokasinya ga ngerti gimana bisa terjadi refleksi begitu.

Vacation Stay 2009
Gw ga stay full di SG sewaktu vacation stay ini, tapi gw perlu stay beberapa saat karena gw perlu prepare buat exchange (ngurus visa segala macem). Di awal vacation stay, untungnya blok E kepilih jadi vacation blok, jadinya gw ga usah pindah dan bisa stay di E807 selama vacation. hahaha^^

Gw sempet pulang indo di tengah-tengah liburannya. Terus balik lagi ke SG tanggal 14 July 2009 di mana gw kebetulan ketemu ama rombongan freshie-freshie yang mao masuk ke NUS juga. Gw tapi karena agak susah ingat orang pada pertemuan pertama, gw cuma berhasil mengingat beberapa orang waktu itu.

Gw kemudian pergi exchange dan Stockholm (Huddinge, Halsovagen) menjadi rumah gw selama beberapa bulan gw di sana. Selama gw exchange, gw rada-rada lost contact ama orang-orang NUS. Ini bikin gw yang ansos-pun merasa agak emo. Gw sempet lupa ama freshie-freshie yang sempet kenalan. Baru ada kontek pun melalui FB aja. Gw inget tanggal 12 November 2009 gw baru kontek lagi ama freshie yang gw sempet kenalan (well, ga exactly kenalan karena gw nanya namanya dari freshie laen supaya gw bisa balikin barangnya. haha..)

Halsovagen, Flemingsberg

 Hm.. udah hampir 2 tahun ya sejak saat itu. Sungguh waktu berlalu cepat sekali. Banyak sekali hal yang udah terjadi, hilang, maupun berubah sejak saat itu. Meski ada hal yang gw ingin ubah, keputusan yang gw harap tidak gw ambil, atau pun keadaan yang gw harap tidak terjadi, gw gak pernah benar-benar menyesali apa yang telah terjadi. Toh gw percaya semuanya di tangan Tuhan dan gw yakin di kedepannya nanti, gw bakal mengerti semua yang telah terjadi dengan senyuman. :)

"They say you haven't lived unless you have a lot to regret. I regret... I have some regrets. But I think we should remember not what we lost, but what we've done. " Blalock, Alfred - Something the Lord Made

Quote yang bagus banget dari film yang diputer sewaktu ICy retreat 2011. Memang benar, tiap orang pasti punya penyesalan dalam hidupnya. Hal-hal yang dia harapkan bisa lebih baik, pekerjaan yang dia harap bisa tersukseskan, dsb. Mereka yang bilang mereka tidak pernah punya penyesalan sama sekali buat gw nampak seperti hypocrite. Memang benar, kita harus dan sudah sepantasnya mensyukuri tiap momen hidup kita. Akan tetapi, sebagai seorang manusia, gw percaya, pasti pernah ia mengalami penyesalan dalam hidupnya.

Namun... seperti quote itu, dalam penyesalan yang ada, kita tidak semestinya mengingat apa yang pernah hilang atau pun gagal. Kita harus ingat apa yang pernah kita lakukan, bagi Tuhan dan orang lain. :)

Aduh... gw kebiasaan buat melenceng-melenceng dari topik neh.. (plak plok)... ayo balik!!

Gw sampe sempet lupa gw udah sampe mana sampe harus scroll up lagi -.-"

Anw, begitulah, setelah gw balik dari exchange, gw tinggal di E512 selama semester 2. Entah kenapa gw merasa teman-teman hall gw nggak lagi se-friendly sebelomnya. Gw sempet bertanya-tanya dan merasa sangat sepi di awal-awal gw balik hall. Gw denger mereka bilang ke satu sama lain gw berubah.

"Well.. maybe I did. But even if I changed, what's wrong with it? " Third Eye Blind - Never Let You go

Karena ini gw sempet konsider pengen pindah ke PGP ato RVR buat year 4 karena merasa udah banyak temen gw yang keluar hall dan yang masih di hall pun udah jadi ky gitu.

Vacation Stay 2010
Selama vacation stay ini gw pindah ke blok C lantai 4. Gw ga inget nomor kamarnya, tapi lokasinya menghadap ke dalem. Selama vacation stay ini gw jadi student researcher di FYP lab sekalian buat bikin foundation FYP. Well, ga ada yang memorable banget selama vacation stay ini (atau gw lupa, ya tapi itu artinya ga memorable lah ya...)

AY 2010/2011
Year 4. Graduating Senior. Final Year. Akhirnya semua julukan itu gw dapatkan di tahun ini. Di final year ini, gw tinggal di E804. Kamarnya menghadap ke dalam.
Entah kenapa gw merasa banyak kenangan yang ada di kamar ini. Entah di akhir tahun atau-pun di awal tahun. Seperti yang gw bilang di awal postingan ini, saat gw menatap kamar yang udah kosong ini, gw merasa agak (baca: cukup lumayan) emo aja. Serasa meninggalkan tempat kenangan (mungkin memang itu yang terjadi). Mungkin memang banyak emosi (feeling) gw yang terjadi di kamar ini. Gw seolah bisa mengingat semua yang pernah terjadi di kamar ini sejak gw masuk. Emosi di tiap momennya pun gw ingat cukup jelas. Yah.. lebih baik berlanjut dulu karena nulis gini aja udah bikin rada emo.

Vacation 2011
Sekarang gw di D807. Kamar terakhir gw di Sheares Hall. Menghadap keluar, di rooftop blok D. Akankah ada kenangan yang akan mengisi memori gw di kamar terakhir gw ini? Who knows. I guess I'll find out soon.

Well... 4 tahun gw tinggal di Sheares Hall. 4 tahun gw menjadi seorang Shearites. 4 Blok pernah gw tempati. 4 Arah utama mata angin pernah gw rasakan. 7 Kamar pernah gw tinggali. Tak terhitung memori yang gw punya di tempat ini.

Tak gw sangka, postingan ini jadi sepanjang ini. Padahal awalnya rencananya pendek aja. Aduh, gw kebiasaan terlalu detil2 ga penting nih >.<
Harus dibenahi...haha..

Gw ga suka perpisahan. Baik itu dengan orang, tempat, kenangan, dsb. Semua itu seolah sudah jadi bagian dari diri gw dan hidup gw. Gw selalu berharap tidak perlu ada perpisahan. Tapi itu semu. Gw tau. Tapi mungkin lebih baik gw mengingat memori yang telah terjadi sejak pertemuan hingga perpisahan itu. Perpisahan bisa saja diakhiri oleh pertemuan kembali.

Toh bila Tuhan mengijinkan, pasti jalan hidup akan berpotongan lagi. Siapa bisa melarang? :)

Seekor lebah melihat bunga yang dicintainya hendak dipetik. Dihujamkannya sengatnya dalam-dalam ke tangan yang hendak melukai kekasihnya. Disambutnya kematian dengan kerelaan hatinya.

Saturday, 14 May 2011

zzzz + Viewing HDB + Pindahan

Setelah downnya server si blogspot ini kemaren, gw sempet lumayan shock menemukan 2 postingan terakhir gw hilang tak berbekas. Setelah gw telusuri di internet, ternyata banyak yang gitu juga. Cuma katanya si blogspot ini bakalan direcover shortly. Cumaaa... sampe sekarang postingan gw masih ntah melayang di mana di internet... zzzz...

Gw udah nulis panjang2 tentang retreat ICy dan sekarang lenyap.. jadi enggan buat melanjutkan cerita retreat ICy.. zzzz...

Hari ini gw tidur subuh, jem 5 pagi, tapi bisa kebangun jem 10. Gw memutuskan buat cepet2 bersih2in kamar baru gw di blok D (buat selama vacation stay), tepatnya di D807. Gw pilih kamar ini karena jadinya gampang buat gw pindahan karena cuma perlu lewatin rooftop blok gw dan turun 1 lantai.. Tadi pagi gw cek kamarnya, untungnya bersih, jadi ga perlu pembersihan besar-besaran..hahaha...

Abis bersih-bersih dengan lap yang ngga mengambil kotoran dan pel-an yang ngga menyerap air, lumayan ok lah jadinya kamarnya sekarang. (menghela nafas..)

Tadinya gw mao lanjutin mulai pindahan dari kamar gw sekarang ke kamar itu, tapi ternyata udah jem 11 lewat. Sedangkan gw janjian ama Herman dan Anton buat ketemu di PGP jem 1230an karena kami bakal viewing HDB tempat tinggal di clementi.

Setelah ini-itu dan sebagainya, akhirnya kami baru kumpul jem 1 kurang di PGP kantin AC. Imelda dateng juga buat ikut ngeliat-liat sekalian. Gw sempet bingung mao makan apa di kantin AC. Karena gw lebih suka makanan di kantin lama (Go Asian Cuisine~), jadi gw jauh lebih sering ke kantin lama. Akhirnya gw makan Beijing Cuisine dengan Irish Cookies Cream sebagai minuman.

Pas selagi makan, Anton baru kasih tau kalo setelah viewing jem 2 ntar di clementi, kita bakal ada viewing lagi jem 3 di telok blangah. Jadi bakal viewing 2 tempat sekaligus. Ya oke lah, daripada nanti bolak balik lagi. lagian siapa tau ketemu yang pas.

Abis makan, kita langsung jalan ke busstop 183. Lumayan hoki juga karena bussnya langsung dateng. Padahal biasanya 183 rajin bikin bohwat orang.

Sampe di daerah Clementinya, pertamanya dikira ini HDB deket ke busstopnya ato pun MRT station, soalnya di petanya TAMPAKnya begitu. TERNYATAA... OMG... jauhnya... sekitar 30 menitan dari MRT station rasanya. Dengan setiap langkah yang kami ambil, kami makin males buat viewing yang 1 ini. Belom lagi agen-nya telat dateng 10 menit (bikin malesin seh).

Pas viewing, benernya unitnya sendiri ok lah. Gak jelek2 amat. Cuma emank masih HDB model yang lama, belom yang so-called New Generation. Cuma karena jauh dari mana-mana dan liftnya ga ada di lantainya, lenyaplah semua motivasi buat nyewa tempat ini. Belom lagi harganya yang mahal. Buat tempat sejauh itu dan sebiasa itu, SGD2500 tampak terlalu mahal.

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan ke telok blangah dengan Cab ke tempat yang 1 lagi.

Oh ya, btw, gw sempet liat IPad 2 nya Herman. Keren juga sih lumayan. Gw jadi minat. Apalagi liat gimana dia connect ke wi-fi dari HP nya. Kesannya jadi tambah keren. Kata dia yang 16GB harganya 680an dan yang 32GB harganya 900. Hm.. should I get one? (kerja aja belom dapet, udah mao beli gituan aja lo.. plak plok!!)

Sampe di telok blangah, suasana lokasinya sih jauh lebih bagus dari yang tadi. Apalagi lumayan deket ama Vivocity, Telok Blangah MRT Station, dan jalan gede yang ada bus 10,30,188,143, etc. Jadinya ini tempat lumayan banget dari segi lokasi.

Kami sampe agak cepet jadinya jalan-jalan dulu cari minum. Di kiosnya, gw sempet pengen beli Carlsberg, cuma akhirnya gw mengurungkan niat gw karena mengingat gw udah minum minuman enak tadi siang. haha...

Begitu agennya sampe, ternyata dia ada 2 unit yang bisa dikasih tunjuk:
Yang pertama: kotor, berantakan, ada kebocoran gas, ga ada tempat tidurnya, ga ada AC, perabotan unik semua dan diwanti-wanti ga boleh di-replace (menimbulkan kesan mistis jadinya..), dan owner yang rese.
Karena alasan apa kami bisa tertarik ama unit yang ini. -.-"
Meski dibilang bakal di furnish ulang, tampaknya udah ilfill duluan ngeliat semua itu. Belom lagi soal kebocoran gasnya yang mereka komen:"Tenang aja, cuma bocor dikit koq."
(-<_-") Itu gas mannn... GAS!! yang di peletikin api dikit bakal meledug.. super swt seh itu owner..

Yang kedua: pertamanya dibilang ini bekas ditinggalin OI, jadinya kami udah sempet was-was dan ga berharap banyak karena hal-hal yang tentu kalian tahu kenapa. TAPI... unexpectedly, tempatnya bersih banget. Tempat tidur semuanya rapi, ga ada masalah ama gas ato semacemnya yang ada di unit sebelomnya. (apa ini strategi agennya? biarin orang jatoh dulu jadi standarnya ga gt tinggi..hm...) Tapi harganya di-set SGD2,800. Mahal sih buat kami. Karena kami awalnya target cari yang sekitar SGD2,500. Akhirnya kami coba tawar jadi SGD2,700 dan see how agennya bakal bilang apa. Katanya bakal di-diskusiin ama ownernya. Soalnya ada 3 penawar laennya juga.

Well.. begitulah viewing hari ini. Gw balik ke hall setelahnya, dan langsung lanjut mulai (daritadi salah mulu -.-") pindahan. Sambil pindahan, gw juga buang2in barang yang ga perlu.

Lecture notes yang gw koleksi dari year 1 akhirnya gw buang karena udah ada soft-copynya. Kertas2 geje yang ada juga banyak banget gw buang. Gw berhasil membuang 1 dus penuh, 1 kantong kertas gede penuh, 2 kantong ukurang sedang dan semuanya berisi barang-barang ga jelas. Beberapa bahkan gw lupa kalo gw pernah punya. Haha.. (Gw emank ga tegaan buang barang, tapi kali ini gw menutup hati gw; lebay mode: ON)

Sekarang gw lagi isenk nulis2 ini blog aja abis baru kelar pindahin sekitar 70% barang gw. Sekarang cuma tersisa baju, laptop, dan beberapa benda geje laennya. Besok bakal gw lanjutin lagi karena malem ini gw masih rencana bermalam di kamar gw di E804 ini.

Yah, anw, moga2 postingan gw yang kemaren2 balik lagi deh.. kalo ampe ngga sih lumayan sedih gw.. -.-"

seekor anjing menggonggong dan bertanya-tanya kenapa langit begitu sepi. Tiada balasan yang muncul baginya.

Thursday, 12 May 2011

First Post~

Yeah.. akhirnya aku bikin blog juga.. setelah sekian lama ada keinginan, tapi baru terwujud. Terima kasih atas dorongannya. ^^

Aku rasa postingan pertama harus selalu di-post (koq rasanya kalimatnya aneh -.-") pada hari yang sama dengan dibuatnya blog. Jadi...inilah postingan pertama saya.. lalala~

Tadi sempat coba-coba ubah design ini-itu supaya bisa lebih bagus dan menarik tampilannya. Sekarang tampaknya udah jauh mendingan daripada awal banget. Tapi masih banyak gadget yang mao ditambahin. Masih mao coba-coba ubah tampilannya biar lebih rapi dan bagus juga~

Aku pernah liat di blog orang kalo dia bisa coret kata ato kalimat di blognya. Rasanya keren juga kalo bisa. Jadi mungkin boleh dicoba sekarang di Edit Html:

moga-moga berhasil

hm... *pindah dari Edit Html balik ke Compose*

yay... hahaha =D

Sudah jam 439AM sekarang... waktunya tidur sekarang~ (betapa kalongnya saya)
Besok harus bereksperimen-eksperimen lagi dan menge-post beberapa hal yang ingin aku ceritakan.. lalala~