"Actions speak louder than words."
Suatu perkataan yang sangat umum didengar dimana-mana. Tak sedikit orang dikatakan bermulut besar ataupun pembohong karena mereka hanya berkata sesukanya tanpa melakukan apa yang mereka katakan.
Gw setuju dengan perkataan itu. Namun, gw pribadi merasa intentions yang ada di balik perbuatan adalah yang paling penting. Intentions atau movitasi dari perbuatan sangatlah penting.
- Seseorang bisa melakukan kesalahan fatal atas dasar niat baik
- Seseorang bisa melakukan perbuatan besar/penting atas dasar niat buruk
Yang manakah yang benar? Yah, masyarakat pada umumnya pasti akan lebih memuja orang yang kedua karena mereka bisa melihat perbuatan besarnya itu. Niat yang ada di dalam hati tidak bisa nampak. Tapi kita tahu apa yang akan terjadi kalau orang kedua itu diangkat jadi idola dengan niat yang tidak berubah. Ekspektasi akan jatuh, kekacauan terjadi, dan lainnya.
Saat seseorang telah memiliki niat yang kuat untuk sesuatu, hal yang tumbuh di atasnya adalah tindakan (actions). Di balik setiap tindakan pasti ada niat walaupun mungkin tindakannya dilakukan secara spontan. Tindakan pada dasarnya adalah perwujudan dari niat yang kita punya.
Kata-kata adalah upaya kita menjelaskan bagaimana tindakan kita terhubung dengan niat yang ada. Perwujudan dari oral defense. Jika kita tidak bisa menjelaskan pada orang lain bagaimana niat kita terhubung dengan tindakan yang kita lakukan, bisa dikatakan kalau niat dan tindakan kita memang tidak terhubung atau dengan kata lain, kita tidak tahu apa yang kita lakukan (niat di balik tindakannya tetap ada, tapi telah berubah seiring perwujudan tindakan).
Jika diibaratkan sebagai suatu bangunan:
- niat adalah fondasi dari bangunan itu yang sangat diperlukan.
- tindakan adalah struktur dasar dari bangunan itu dan termasuk fungsi dasarnya.
- kata-kata adalah bagian yang mempercantik banggunan itu.
Kita bertumbuh di lingkungan di mana hasil atau result (atau mungkin hal yang dibesar-besarkan sebagai result - fictitious result) dianggap sebagai segala-galanya. Yah.. mungkin ada orang yang akan bertanya proses yang kita lalui. Tapi itu akan hanya diambil sebagai informasi sampingan bagi mereka dengan tetap mengutamakan hasil prosesnya. Tidak salah juga sebenarnya. Jikalau kegagalan itu disebabkan faktor di luar kendali kita, tetap kita akan dicap sebagai orang yang menggagalkan. Konsep ini disebut sebagai Attribution Error. Ini adalah konsep psikologis yang menyebabkan kita menganggap kegagalan yang dialami seseorang adalah karena karakternya dan bukan karena faktor eksternal. Miris memang. Tapi ini benar-benar ada dan terjadi di sekitar kita. Kita pun pasti secara sadar tak sadar pernah melakukannya.
(tulisan ini gw mulai sekitar seminggu lalu dan baru dilanjutkan hari ini karena mood yang sedang tidak menentu. haha..)
Awan hujan bernaung di atas rerumputan hijau yang mengharapkan mentari
Sinar matahari menyinari gurun yang mengharapkan hujan rintik
Ia duduk di rerumputan menanti datangnya sinar hangat
Tetesan hujan membuatnya menggigil kedinginan

No comments:
Post a Comment