"g ng blog lg?"
Sudah lama juga sejak post terakhir gw.. gw selama ini memang merasa keadaan gw belum berubah dari sebelum-belumnya. Gw jg jujur merasa bingung harus menulis apa di sini. Well, sebenarnya itu ga benar.. ada banyak kejadian yang udah terjadi juga belakangan ini. Cuma gw enggan menuliskannya. Karena kadang mengingatnya aja bikin jadi miris. Tapi mungkin baik juga kalo gw meng-externalized semua itu dan memastikan kalau gw mendapat semua pelajaran yang gw bisa.
Sembari ngetik ini, gw lupa kapan postingan gw terakhir, tapi kynya emank udah bbrp lama sejak menceritakan kondisi gw sendiri.
Minggu2 terakhir bulan mei, gw masih tertekan soal kerjaan yang sampe skrg gw blm dapetin. Minggu2 terakhir bulan mei, gw menerima beberapa penolakan lagi. Dari perusahaan Engineering maupun Non-Engineering. Alhasil, gw bener2 berasa kepercayaan diri gw udah bener-bener jatuh. Gw jujur skrg udah bingung harus kirim resume ke mana lagi.. Tampaknya gw ga diterima di manapun.
Gw saat-saat itu menghibur diri dengan nonton film-film yang pernah menyentuh gw. Gw nonton ulang beberapa film dan memang cukup menghibur dan memberi dongkrakan semangat.
Terima kasih juga buat semua penghiburan, penyemangatan, dan bantuan pada masa-masa itu. They really mean a lot to me. : )
Akhir mei, gw terhibur dengan hasil semester terakhir gw di NUS yang berakhir baik. Gw mendapat sebagian kepercayaan diri gw lagi. Dan keesokan harinya gw ikut NUS JobsConnect 2011 yang diadakan di MPSH 1. Tujuan utama gw adalah memberikan resume gw ke MICRON, perusahaan Engineering lain.
Jadilah gw masuk dan langsung menuju ke arah kiri, di mana stand MICRON ditempatkan. Gw mengisi application form dan memilih QRA Engineer dan Test Capacity Analyst sebagai posisi yang gw rasa paling cocok sama gw. Pas saat itu katanya manajer dari bagian Test Capacity sedang tidak ada di tempat, jadi resume hanya akan di-forward untuk kemudian gw dikabari lagi nanti. Tapi gw mendapat interview dengan QRA Engineer Manajer. Gw merasa interview berjalan cukup baik dan gw semakin berminat dengan posisi itu. Alhasil, gw diundang untung mengikuti interview berikutnya di hari Jumat.
Gw senang dengan undangan itu dan sungguh berharap akhirnya gw bisa mendapat pekerjaan. Gw mempersiapkan diri buat interview itu sambil kembali membaca-baca materi kuliah yang berkaitan takut2 nanti ditanya pertanyaan teknis. Gw juga meringkas semua yang gw cari tau tentang perusahaan itu, termasuk tipikal prosedur yang ada di industri itu.
Gw berdoa semoga bisa gw mendapatkan ini karena gw memang sangat berminat dengan yang ini. Gw juga menceritakan pada beberapa orang dan minta bantuan doa mereka. Semua dorongan semangat itu membuat gw merasa lebih tenang.
Terkadang hal-hal tidak berjalan seperti yang kita kehendaki. Tak peduli sebagaimanapun kita telah bersiap untuk mengantisipasi segala kemungkinan adanya lubang di perjalanannya.
Tiba hari jumat, hari interviewnya. Pagi-pagi, gw membaca ulang semua ringkasan yang telah gw buat. Tak tau sudah berapa kali kubaca deskripsi pekerjaan ini, termasuk semua persyaratan yang tertera. Mencoba men-simulasi-kan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin muncul.
Interview dijadwalkan jam 1 siang. Gw berangkat dari kamar jam 1130 karena gw blm pernah ke tempatnya. Gw selalu berangkat jauh lebih awal untuk mengantisipasi segala kemungkinan terlambat. Alhasil, gw sampe ke vivo dan masih jam 12 kurang. Akhirnya gw memutuskan buat beli Gong-Cha sembari menunggu. Gw dikasih tau katanya Gong-Cha lebih enak daripada Koi. Gw setuju dengan pendapat itu. haha...mungkin karena pearl nya, atau rasanya. Entahlah, tapi secara keseluruhan gw lebih suka.
Gw melanjutkan perjalanan dan sampai ke tempat interview 20 menit lebih awal. Jadi gw menunggu dulu sembari kembali membaca-baca semuanya itu kembali. Kemudian, 2 orang yang akan meng-interview gw datang dan gw masuk ke ruang interviewnya.
Interviewnya berjalan cukup lancar pada awalnya. Gw menjelaskan secara sungguh-sungguh kenapa gw berminat dengan posisi ini. Juga mencoba menunjukkan beberapa hal yang telah gw cari tahu sebelumnya. Interviewnya berjalan 2 arah. Gw nggak mengoceh sendiri dan mereka diam saja atau pun kebalikannya. Semuanya berjalan cukup interaktif.
Beberapa saat kemudian, mereka berpendapat kalau gw gak cukup technical untuk posisi ini. Jujur gw cukup shock saat mereka mengatakan kalau gw gak match dengan posisi ini. Mereka mengharapkan seseorang yang lebih technical dan mereka berpendapat kalau gw orangnya terlalu general dan nggak deep enough. Kendati gw mencoba meyakinkan mereka kalau gw bersedia untuk belajar technicality sampai level yang diperlukan, nampaknya semua itu sia-sia. Mereka tampaknya telah mencapai keputusan kalau gw gak cocok di posisi itu.
Tak lama setelah itu, interview berakhir. Gw menyalami mereka dan mereka mempersilakan gw keluar. Gw berjalan keluar dengan berat hati. Gw melihat jam di dinding di lobi. Interview hanya berjalan 15 menit.
Gw sungguh merasa super down. Kepercayaan diri lenyap. Rasa malu timbul ke permukaan.
Gw hampir membatalkan janji nonton dan makan bareng ko2 n dd gw. Tapi akhirnya gw memutuskan untuk tetap memenuhi janji itu. Gw sampe ke tempatnya sekitar 1 jam lebih awal dari waktu janjian dan gw duduk di Coffee Bean sambil merenung. Tidak tahu apa yang harus gw pikirkan. Sampai2 adik gw bilang:
"Tumben mao duduk di Coffee Bean."
Karena memang saat tidak biasa buat gw melakukan itu semua. Gw biasanya paling malas ke kafe seperti itu seorang diri hanya untuk menunggu. Gw juga gatau kenapa hari itu gw begitu. Galau mungkin.
Peer Pressure semakin meningkat.
Bingung gw harus pergi kemana lagi.
Tidak ada yang mau menerima gw.
Malu gw dengan kondisi ini.
Tidak tahu bagaimana harus gw jawab pertanyaan2 yang selalu muncul itu.
Bosan gw dengan jawaban sama yang selalu gw berikan.
Malu gw dengan entusiasme yang sebelumnya gw bagikan pada orang-orang.
Yang telah memberi ucapan semoga sukses untuk interview ini.
Yang ternyata gagal dalam waktu kurang dari 15 menit.
Hilang sudah harapan yang sebelumnya ada.
Hilang semangat yang sebelumnya menggebu-gebu.
Semuanya berakhir ketika satu kalimat diucapkan:"We think that you do not match with this position."
Untuk perusahaan yang Non-Engineering, pengetahuan gw dianggap kurang luas.
Untuk perusahaan yang Engineering, pengetahuan gw dianggap kurang teknis.
Sekarang gw bagai sehelai daun kering yang tertiup angin ke kanan dan ke kiri. Tidak tahu kemana gw bakal berakhir. Tidak tahu kemana angin ini akan membawa gw.
Sampai kapan gw harus begini? Apa yang bisa gw lakukan supaya kondisi ini jadi lebih baik?
Tapi tidak akan gw putus harapan.
Mungkin gw kalah dalam pertempuran ini.
Tapi dalam perang ada ratusan pertempuran.
Akan gw menangkan pertempuran lainnya.
Gw menolak untuk menyerah.
Doa akan tetap gw panjatkan.
Hanya saja.
Untuk saat ini.
Gw lelah...
Gw akan berdiri kembali. Pasti.
No comments:
Post a Comment